awalnya

pada sejumlah perhatian dan ketertarikan kita berjumpa. mengumpulkan keberanian dan banyak alasan untuk menjadi bersama. berdua sekaligus bersatu. tak lagi hanya sekedar aku dan kamu. meskipun di titik itu kita berdua masih sama-sama ragu. hari ini begitu. esok siapa yang tau. awalnya begitu. sebelum akhirnya kembali luka. bersama. berdua. tak lagi bersatu.

athene : awalnya


dia biasa saja

sekali ini saja aku bertanya pada lelakiku yang terdiam memelukku pada lantai kamar yang dingin, sedingin genggam tangannya. sedingin teras di luar yang sedang kehujanan. sedingin jarak yang sedang menyusup cepat di antara pelukannya.

“kenapa?”

lelakiku memeluk lebih erat, menghela napas dengan berat, dan membenamkan wajahnya dalam-dalam di bahuku. seperti kelu. mungkin mencari jawaban yang bisa menghiburku. tapi sepertinya jawaban yang begitu sudah tak mempan lagi untukku.

“kamu sudah tau…”

lelakiku hanya menjawab begitu. pelukannya semakin erat meski kurasa jaraknya semakin tak dekat. aku bisa merasakan ia sedang pelan-pelan pergi dari hatiku. untuk sebuah alasan yang aku tak pernah tau. tapi kami hanya diam dalam pelukan. mencoba melupakan hati yang tiba-tiba penuh lebam. meski setelah ini aku tau banyak rasa tak mungkin aku lupakan. lalu muram.

entah dengan dia. mungkin dia biasa saja.

 

athene : dia biasa saja

 


tentang

tentang

mencintai yang tidak mencintai


senyawa

apabila kita senyawa. bisa bicara tentang apa-apa yang bersembunyi di benak kita. tanpa tanya-tanya. tanpa kira-kira. tanpa curiga. tanpa tersentuh gundah rasa-rasa. hanya kita. saling tukar rindu dengan kata atau tatapan mata. saling tukar harapan dengan kecupan atau pelukan-pelukan. saling tukar keinginan dengan perjalanan-perjalanan dan pegangan tangan. saling tertawa di antara resah-resah masa depan. saling terdiam di sudut mimpi dan ditelanjangi oleh matahari terbenam. saling terikat dibanyaknya luka yang mengikuti setiap beda. kita tidak bisa pisah berlawanan arah. karena kita senyawa.

athene: senyawa


peluk

pada senja yang terbatas. pada kemarin yang terkutuk karena lancang bercerita tentang tuntas. pada luka-luka yang enggan tersembuhkan lewat tulisan-tulisan pada kertas. pada dinginnya harapan yang mengeluh tentang rindu. pada retakan yang berderak diam-diam di hati yang beku. pada huruf yang tersusun rapi demi kalimat-kalimat cinta yang kelu. pada hari itu aku hanya butuh peluk.

athene : peluk


menciptakan pulang

menciptakan pulang adalah ketika senja terlewatkan dan dijejalkan pekerjaan. ketika setiap suapan makan malam adalah rasa kesepian. ketika barisan huruf yang dituliskan bicara lantang tentang kosong. ketika senandung lagu apapun bertutur jengah tentang kesendirian. ketika setiap langkah perjalanan berjejak rindu atas nama bukan siapa-siapa. dan ketika apapun yang ada dalam genggaman adalah teknologi digital bukan jemari seseorang. menciptakan pulang adalah ketika diam-diam aku menemukanmu.

athene: menciptakan pulang


nada satir

ada nada yang bercerita tentang lelah. ada nada yang bergelimang resah. ada nada dalam setiap desah-desah. nada yang tercipta di antara ranumnya bibirmu dan peluh di kulit yang tertimpa cahaya dari kerumunan kunang-kunang di sudut kota yang kumuh. pada hari itu. pada suatu waktu. pada malam kita bercumbu. meskipun kita tak pernah tau. nada apa yang paling pas untuk dinikmati aku dan kamu. kita yang lupa apa artinya menjadi satu.

ada nada yang terlontar dari mulutnya yang beraroma bunga. ada nada yang terkecap dalam sentuhan lidah kita. ada nada yang brutal meronta-ronta pada setiap persetubuhan kita. ada nada yang bercerita gamblang soal jiwa yang haus akan cinta. meski kita pernah lupa cinta itu apa. meski kenyataannya bercinta tak membuat kita kembali jatuh cinta. kita hanya jatuh. runtuh. di balik sudut kota yang kumuh.

ada nada yang didendangkan lewat luka-luka yang disimpan baik-baik sebagai titik nadir. ada nada yang dimuntahkan dalam bentuk harapan-harapan kosong atas nama takdir. ada nada untuk kita yang percaya bahwa cinta akan selalu berakhir. dan nada-nada itu kian menjadi satir.

athene: nada satir


Coretan Kecil Nita

tentang aku, kamu, kita, dan "apa" di dalamnya

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

Pati Agni

antologi ajal

sigota

undefined

bugurufunky

and her funkier students

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.